Home » Islami » 5 Fakta Hagia Sophia, Museum yang Kembali menjadi Masjid

5 Fakta Hagia Sophia, Museum yang Kembali menjadi Masjid

Hagia Sophia
Aya Sophia

Hagia Sophia saat ini menjadi salah satu topik hangat yang menjadi perbincangan, setelah Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan memutuskan mengubah situs Hagia Sophia menjadi sebuah masjid. Keputusan Predisen Turki itu memang menuai beragam kontroversi, ada yang menyayangkan, tetapi tak sedikit pula yang menyatakan dukungan.

Salah satu yang mengaku kecewa terhadap keputusan Predisen Erdogan mengubah Hagia Sophia menjadi mesjid datang dari, Perdana Menteri Yunani, yaitu Kyriakos Mitsotakis. Menurut Perdana Menteri Yunani apa yang dilakukan oleh Presiden Erdogan dengan mengubah Hagia Sophia menjadi sebuah masjid merupakan sebuah penghinaan terhadap karakter ekumenis yang berasal dari tempat tersebut.

Walaupun muncul beragam kontroversi, Presiden Erdogan tetap berujar bahwa keputusan mengalihfungsikan bangunan museum tersebut kembali menjadi masjid merupakan urusan internal Turki dan tidak seharusnya dicampuri oleh pihak eksternal. Diketahui pada Jumat (10/07/20) lalu, pengadilan administrasi utama Turki mencabut status Hagia Sophia sebagai museum sehingga membuka jalan bagi menjadikannya kembali sebagai masjid dan itulah yang dilakukan oleh presiden Erdogan.

Dalam Encyclopedia Britannica dituliskan bahwa Hagia Sophia awalnya merupakan katedral yang dibangun dan menghadap ke pelabuhan Golden. Bangunan yang sangat terkenal di dunia itu didirikan pada masa Kaisar Justinian I di Konstantinopel atau yang kini lebih dikenal dengan nama Istanbul pada 532 sampai 537 masehi. Hagia Sophia adalah bangunan ikonik yang sangat megah karena dianggap sebagai struktur yang arsitek Bizantium terpenting serta menjadi peninggal monument dunia.

Gereja ini banyak mendapat julukan karena sejarahnya yang sangat kental. Dalam bahas Turki dijuluki Ayasofya atau jika diterjemahkan ke bahasa Latin menjadi Sancta Sophia. Lalu dalam bahasa Yunani, Sophia diartikan kebijaksaan dan apabila diterjemahkan secara lengkapnya, Hagia Sophia berarti sebuah tempat suci bagi Tuhan.

Situs yang kini dijadikan masjid oleh Presiden Erdogan sempat dikenal sebagai Gereja Kebijaksanaan Suci (Church of the Holy Wisdom) dan Gereja Kebijaksanaan Ilahi (Church of the Divine Wisdom) dan dipandang sebagai simbol dari ekumenisme keagamaan, karena pertama kali dibangun sebagai katedral untuk umat Nasrani setelah diselesaikan pada 537 masehi, kemudian dikonversi jadi masjid pada tahu 1453 , dan berikutnya di masa Kesultanan Ustmaniyah kembali berubah fungsi menjadi negara republic, lalu yang terakhir, Presiden pertama Turki, Mustafa Kemal mengubahnya menjadi museum pada tahun 1935.

Fakta tentang Hagia Sophia yang Sekarang Jadi Mesjid

Hagia Sophia, Turkey

Bicara soal Hagia Sophia, maka inilah lima fakta mengenai situs bersejarah di Turki yang kini dijadikan masjid oleh Presiden Erdogan seperti dilansir dari situs hagiasophia.com:

  • Satu-satunya bangunan gereja kebijaksaan suci yang tersisa

Memang, tidak hanya Hagia Sophia yang mendapat julukan sebagai Church of Holy Wisdom atau Gereja Kebijaksaan Suci, setidaknya terdapat tiga gereja yang mendapat julukan tersebut. Tetapi, yang membuat bangunan bersejarah ini unik adalah, ia tidak dihancurkan. Bangunan Hagia Sophia yang masih eksis sampai saat ini, dulunya dibangun atas perintah dari Kaisar Bizantium Justinian I antara 532 dan 537 masehi, dan bangunan ini menjadi situs ketiga dari Gereja Kebijaksanaan Suci yang ada di situs tersebut, karena sisanya dihancurkan oleh perusuh pada saat terjadi konflik penaklukkan Konstantinopel.

  • Pernah kehilangan mosaik dan lukisan artistik religius

Pada saat Konstantinopel atau Istanbbul ditaklukkan oleh Muhammad Al-Fatih atau Sultan Mehmed II yang berasal dari Kesultanan Ustmaniyah, gereja Hagia Sophia sempat dialihkan fungsinya menjadi masjid pada 1453. Beralih fungsi dari gereja menjadi masjid, banyak lukisan-lukisan yang bercorak Kristen ditutupi hingga diplaster. Tetapi, pada tahun 1935, semenjak dijadikan museum oleh presiden pertama Turki, maka dilkakukanlahh restorasi mosaic dengan membuka plester penutupnya. Maka dari itu, bangunansempat dianggap menjadi simbol keagamaan antara Islam dan Kristen sebelum akhirnya kini kembali dijadikan masjid oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan. Pada saat menjadi museum, kaligrafi Allah dan Muhammad ASAW dipajang sejajar dengan lukisan Bunda Maria dan bayi Yesus Kristus.

  • Sempat jadi museum di tahun 1935

Presiden pertama Turki, Mustafa Kemal Ataturk sempat mengubah situs bersejarah ini menjadi museum di tahun 1935. Bhkan sejarawan seni menganggap mosaic dari bagunan Hagia Sophia sebaai warisan pengetahuan soal seni mosaic kuno. Seni mosaik tercatat dalam Kontroversi Ikonoklastik pada abad kedelalapan dan kesembilan dan kemudian baru diakui sebagai salah satu situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1985 yangs disebut sebagai Area Bersejarah Istanbul dan mencakup bangunan dan lokasi bersejarah utama yang ada di kota tersebut.

  • Kubah terbesar kedua yang ada di dunia

Kubah yang jadi ikon Hagia Sophia bisa dikatakan merupakan bangunan kubah terbesar nomor 2 yang ada di dunia, dimana yang pertama diklaim oleh gereja Pantheon yang ada di Roma. Pada saat proses pemasangan kubah di bangunan bersejarah ini, dindingnya menjadi condong ke luar karena bobot kuubah yang sangat berat, sehingga untuk mengatasinya dibangun kembali dinding unuk menyokong kubah tersebut setelah kubah selesai dipasang. Tetapi, di balik kemegahannya, situs yang sekarang dialihfungsikan menjadi masjid tersebut dibangun dalam durasi singkat yaitu sekitar 6 tahun saja. Arsitek bangunan ini bernama Anthemius yang berasal dari Tralles dan Isidorus yang berasal dari Miletus. Keduanya terkenal sebagai seorang mekanik sekaligus matematikawan pada saat itu.

  • Terletak di lokasi patahan gempa

Hagia Sophia bisa dikatakan menajdi bangunan yang paling penting di kota Istanbul meskipun berada di lokasi yang sangat rawan karena letaknya di patahan gempa. Jadi, apabila terjadi gempa bumi, tidak mustahil jika struktur dari bangunan ini akan kembali rusak. Terlebih lagi, struktur yang sampai saat ini masih berdiri kokoh tersebut merupakan topangan dari abad keenam dan gempa bumi yang terjadi di tahun 558 masehi saja berhasil meruntuhkan kubahnya. Meskipun setelah itu berhasil kembali dipulihkan pada tahun 562 masehi. Selain kubah, masih ada terdapat dua bagian lain yang bangunan juga runtuh dan kembali direparasi dalam skala yanh lebih kecil. Memang, kebanyakan perbaikan yang dilakukan hanya di bagian dari luar bangunan bersejarah yang sekarang dialihfungsikan menjadi masjid. Tetapi, berdasarkan rilisan dari situs resminya, bangunan ini tetap mengalami reparasi agar tetap mampu bertahan sebagai salah satu menumen warisan dunia yang telah diakui UNESCO.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *